efek

Minggu, 23 Januari 2011

Dzikir Cinta

Kulantunkan namamu dalam dzikirku
Entah sengaja atau tidak, pun aku sudah sulit membedakannya
Bertaruh pada kenyataan dan mimpi
Bahwa ternyata aku telah kehilanganmu, bayanganmu, bahkan nafasmu
Tak setetes pun bening air mataku mengalir saat mengingat senyumanmu, seperti biasa
Tak setitik pun rasa amarah membakar ketika kulihatmu bersanding bersamanya
Aku tersenyum, melanjutkan kembali
Menyebutmu dalam doa
Memanggilmu dalam dzikir
Melantunkan ayat-ayat cinta dalam hatiku
Dan perlahan menanggalkan seluruh atribut tentangmu
Satu demi satu, sampai habis semua tanpa sisa
Aku melepasmu seperti aku menghela nafas panjangku yang mungkin tidak akan kutarik kembali
Kubiarkanmu bebas bagai burung hantu di kepekatan malam
Mengikhlaskan tadirku yang ternyata tidak bisa bersatu bersamamu
Maka ayat-ayat cinta ini berhenti menyebutkan namamu seketika

Tidak ada komentar:

Posting Komentar