efek

Selasa, 11 Januari 2011

Menikah adalah Kesempatan


Menikah...
Allah menghadirkannya di jejak-jejak usia kita
Di usia awal 20 tahun, ketika sedang kuliah
Di bentang usia 25-27 tahun ketika kita merintis karir
Atau di usia 30 tahun ke atas, ketika kematangan diri dalam persepsi manusia, ada pada diri kita

Ini adalah kesempatan yang Allah hadirkan di diri ini
Tapi karena keterbatasan
Atau mungkin kesombongan kita
Dengan mudahnya
Dengan santainya
Mengatakan
“aku kan masih kuliah…”!
“Pekerjaanku belum mapan..”!
“aku harus membantu adik-adik dan keluargaku dulu “!
“Nantilah, ….”!

Itu semua adalah bisikan setan
Yang ditiupkan di alam jiwamu
Lalu menjadi anggapan
Bahwa Kesempatan itu akan terulang.

Menjadi anggapan
Bahwa Konsep Takdir bisa di atur.

Hingga yang terjadi adalah
Perasaan tak merasa bahwa diri ini sedang kufur nikmat

Lalu ketika esok pagi datang
Umur sudah merangkak naik…

Mungkin juga dosa ikut bertambah
Karena maksiat mata, maksiat hati

Dan kesempatan mentarbiyah buah hati
Semakin sedikit
Karena umurmu
Tak bisa di ajak mundur
Karena usiamu
Tak bisa diputar ulang

Memiliki anak-anak
Di usia merangkak senja
Adalah kerugiaan
Adalah kehilangan kesempatan…..

Menikah adalah Kesempatan
Yang orang sekaliber Syahid Quthb atau Ibnu Tamiyah pun tak sempat merasakannya
Menikahlah
Jangan biarkan setan tertawa
Melihatmu
Menunda-nunda
Kenikmatan yang Allah Halalkan Untukmu…


Tidak ada komentar:

Posting Komentar